Hak Dan Kewajiban Dalam Pergaulan Antara Suami Isteri

Gusjigang.net | Pasangan suami-isteri dalam hidup berumah tangga, masing-masing mempunyai hak dan kewajiban yang sama, sesuai dengan kedu-dukan mereka berdua masing-masing. Allah berfirman dalam Al-qur’an:

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

“Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian
bagi mereka.” (S. Al-Baqarah : 187)

Jadi, masing-masing barus melakukan hak dan kewajiban itu, sesuai dengan kedudukannya. Itu sesuai dengan kedudukan dan tugasnya. Dalam hal ini ada sebuah ruwayat, bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w.:

يَا رَسُول اللَّه، مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدنَا عَلَيْهِ؟ قَالَ: أَن تُطْعمَها إِذَا طَعِمْتَ، وتَكْسُوهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، وَلا تَضْربِ الْوَجْهَ، وَلا تُقَبِّحْ، وَلا تَهْجُرْ إِلا في الْبَيْتِ .(أبوداود وابن حبان)

“Ya Rasulullah apakah hak seorang isteri terhadap suami? Maka jawab beliau : berilah dia maka, apabila kamu makan dan berilah dia pakaian jika kamu (juga) berpakaian,

jangan kamu tampar mukanya, dan jangan kamu jelek-jelekkan, dan jangan kamu berpisah (untuk sementara karena memberi pelajaran) dengannya kecuali dalam rumah.” (Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Nabi juga pernah bersabda:

كفى بالمرء إثماً أن يضيّع من يَقُوت (أبوداود والنسائي والحاكم)

“Cukuplah berdosa, sekiranya seseorang menelodorkan orang yang menjadi tanggungannya.” (Riwayat Abu Daud, Nasa’i dan Hakim)

Ada hak dan kewajiban yang secara fitri memang disepesiali-sasikan buat kaum lelaki; yaitu kelebiban mengurus dan bertanggung
jawab dalam rumah tangga. Hal ini, disinggung juga dalam Al-Qur’an:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ . (البقرة : ۲۲۸)

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewa-jibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.” (S. Al-Baqarah : 228)

Adapun diantara hak-hak kaum wanita kepada suaminya ialah misalnya, tidak boleh menentang suaminya dengan memukulinya, tidak boleh meninggalkan ranjang suami, harus taat sepanjang tidak diperintah kepada ma’siat, bahkan ketika suami berlaku zalim, dia hendaklah datang menyadarkannya dengan memberi pengertian yang bisa diterimanya.

Nah, demikian postingan Hak Dan Kewajiban Dalam Pergaulan Antara Suami Isteri. Semoga bermanfaat bagi anda.